Monday, June 18, 2012

Foto Propaganda Hasil Manipulasi Uni Soviet



Pada gambar diatas, Joseph Stalin dan para para kameradnya beserta Nikolai Yezhov (Kepala Dinas Polisi Rahasia Soviet) yang berdiri sebelah kanannya yang nampak berwajah innocent (foto sebelah atas) berjalan-jalan. Lihat perubahannya saat mereka merekonstruksi background foto tersebut (air). Foto yang sebelah bawah yang dirilis resmi. Lalu mana Yezhov? Dia dihilangkan karena dianggap 'merusak' pemandangan karena dia dieksekusi karena "dipaksa mengakui kejahatannya terhadap Stalin dan Uni Soviet".


Foto diatas adalah foto Stalin bersama para petinggi-petinggi komunis Uni Soviet yang lain. Foto atas merupakan foto aslinya. Lalu kemana dua orang yang diberi tanda panah? Konon mereka dijatuhi hukuman mati.




Foto diatas diambil pada masa awal Revolusi Rusia untuk menggulingkan pemerintahan Kaisar Tsar Nicholas (yang putrinya bernama Anastasia amat terkenal). Ada keanehan dalam kedua gambar diatas. Pemerintah komunis Soviet, mengganti papan nama toko "Jam Emas dan Perak" dengan "Perjuangan Membuahkan Kemerdekaan". Dan bendera yang aslinya berwarna merah khas komunis, diubah menjadi bertulisan "Runtuhlah Kekaisaran".








Ini adalah foto Vladimir Lenin sedang berpidato kepada rakyat di alun-alun Moskow. Pemerintah Komunis berpendapat bahwa para pendengar pidatonya terlalu sedikit (ini tidak baik untuk propaganda komunis), maka mereka menyuruh untuk "menambahkan" pendengarnya sebelum diserahkan kepada surat kabar untuk dipublikasikan. Dalam negara komunis, semua media massa berada dalam kontrol ketat pemerintah, oleh karena itu media massa tidak ada yang berani berbuat "macam-macam".

No comments:

Post a Comment