Pada gambar diatas, Joseph Stalin dan para para kameradnya beserta
Nikolai Yezhov (Kepala Dinas Polisi Rahasia Soviet) yang berdiri sebelah kanannya yang nampak berwajah
innocent (foto sebelah atas) berjalan-jalan. Lihat perubahannya saat mereka
merekonstruksi background foto tersebut (air). Foto yang sebelah bawah
yang dirilis resmi. Lalu mana Yezhov? Dia dihilangkan karena dianggap
'merusak' pemandangan karena dia dieksekusi karena "dipaksa mengakui
kejahatannya terhadap Stalin dan Uni Soviet".
Foto diatas adalah foto Stalin bersama para petinggi-petinggi komunis
Uni Soviet yang lain. Foto atas merupakan foto aslinya. Lalu kemana dua
orang yang diberi tanda panah? Konon mereka dijatuhi hukuman mati.
Foto diatas diambil pada masa awal Revolusi Rusia untuk menggulingkan
pemerintahan Kaisar Tsar Nicholas (yang putrinya bernama Anastasia amat
terkenal). Ada keanehan dalam kedua gambar diatas. Pemerintah komunis
Soviet, mengganti papan nama toko "Jam Emas dan Perak" dengan
"Perjuangan Membuahkan Kemerdekaan". Dan bendera yang aslinya berwarna
merah khas komunis, diubah menjadi bertulisan "Runtuhlah Kekaisaran".
Ini adalah foto Vladimir Lenin sedang berpidato kepada rakyat di
alun-alun Moskow. Pemerintah Komunis berpendapat bahwa para pendengar
pidatonya terlalu sedikit (ini tidak baik untuk propaganda komunis),
maka mereka menyuruh untuk "menambahkan" pendengarnya sebelum diserahkan
kepada surat kabar untuk dipublikasikan. Dalam negara komunis, semua
media massa berada dalam kontrol ketat pemerintah, oleh karena itu media
massa tidak ada yang berani berbuat "macam-macam".






No comments:
Post a Comment