Tuesday, October 9, 2012

7 Jenis Kanker yang bisa diperangi dengan berolahraga

Diagnosis kanker dapat menjadi peristiwa yang mengejutkan, tetapi dapat juga di cegah. Bahkan, setengah dari total semua kematian akibat dari kanker dapat dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat, antaralain dengan olahraga. Karena olahraga secera teratur dapat meningkatkan berat badan, meningkatkan tekanan darah, dan ketaaman mental. Olahraga dapat juga menghentikan beberapa jenis penyakit.
Penelitian menunjukkan bahwa latihan fidik berkaitan dengan penurunan resiko beberapa jenis  kanker, terutama kanker payudara dan kanker usus besar. Menurut Dr. Priscilla Furth, profesor onkologi di Georgetown University Medical Center yang dilansir myhealthnewsdaily, tidak ada kata terlambat untuk memulai program kebugaran. Latihan fisik tidak masalah dimulai pad usia berapapun dan anda akan melihat manfaat dari latihan tersebut berapapun usia anda. 
Berikut adalah 7 kanker yang telah diteliti mampu dihentikan perkembangannya lewat berolahraga:

1. Kanker Endometrium
Kanker endometrium adalah kanker yang muncul pada lapisan rahim. Penelitian oleh Yale School of Public Health menegaskan bahwa wanita yang berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu memiliki resiko 34% lebih rendah terkena kanker endometrium dibandingkan wanita yang tidak berolahraga.
Para peneliti juga menemukan, wanita dengan IMT (Indeks Massa Tubuh) dibawah 25 memiliki resiko 73% lebih rendah terserang kanker ini, dibandingkan dengan wanita yang tidak berolahraga dengan IMT di atas 25. Orang dengan IMT lebih dari 25 dianggap mengalami kelebihan berat badan.

2. Kanker Kolorektal
Menurut sebuah penelitian yang dimuat British Medical Journal, orang yang menerapkan kebiasaan gaya hidup sehat, seperti berolahraga lebih dari 30 menit setiap hari, ternyata mampu menurunkan resiko kanker kolorektal.
Bahkan, 23% kanker kolorektal dapat dicegah pada peserta penelitian yang menerapkan gaya hidup sehat, menurut peneliti dari Institute of Cancer Epidemiology di Kopenhagen, Denmark. Penelitian ini didasarkan pada survei terhadap 55.489 orang pria dan wanita berusia 50-64 tahun yang dipantau selama hampir 10 tahun.

3. Kanker Prostat
Beberapa temuan menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan penurunan resiko kanker prostat ganas. Pria yang rutin berolahraga memiliki resiko kanker prostat lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak rutin berolahraga, demikian menurut penelitian yang di muat dalam International Journal of Cancer.
Sebuah penelitian di Cina yang dimuat European Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa olahraga dalam taraf sedang mampu melindungi tubuh dari kanker prostat.
"Latihan fisik tidak berfokus pada seberapa banyak yang dilakukan tapi seberapa intens melakukannya. Anda dapat melakukannya sambil berkebun, menggali, berjalan lambat untuk menaikkan denyut jantung," kata Dr. Furth.

4. Kanker Payudara
Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara dapat mengurangi resikonya dengan melakukan 20 menit aktivitas fisik minimal lima kali dalam seminggu dan diiringi dengan mempertahankan gaya hidup sehat, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Breast Cancer Research.
Bahkan wanita yang telah menopause dan membiaakan diri berolahraga dalam taraf sedang hingga berat mengalami perubahan kadar hormon dan protein yang berimbas pada penurunan resiko kanker payudara, menurut sebuah penelitian yang di terbitkan Journal of Clinical Oncology.
Beberapa temuan menunjukkan bahwa memulai program latihan sejak masa remaja dapat menunda timbulnya kanker payudara pada wanita yang bermutasi dalam gen-nya.

5. Kanker Paru-paru
Olahraga juga dapat mengurangi resiko kanker paru bagi perokok atau mantan perokok. Peneliti dari Universitas Minnesota memberikan kuesioner kepada 36.929 orang wanita yang tidak terkena kanker di Iowa dan memantau para peserta selama 16 tahun.
Penemuan yang dimuat dalam jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention tahun 2006 ini menemukan bahwa wanita yang banyak melakukan olahraga, lebih sedikit kemungkinannya terserang kanker paru-paru dibandingkan wanita yang jarang berolahraga.
Penelitian lain yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa pria dan wanita yang melakukan olahraga dalam taraf sedang dan kuat mengalami penurunan kanker paru-paru, terutama orang yang memiliki IMT rendah atau menengah dan perokok.

6. Kanker Ovarium
Meskipun masih diperlukan penelitian tambahan, beberapa bukti menunjukkan hubungan antara olahraga dan penurunan resiko kanker ovarium epitelial (kanker yang ditemikan dalam sel-sel permukaan ovarium).
Wanita yang terlibat dalam olahraga dengan intensitas tinggi paling banyak mengalami penurunan resiko kanker ovarium invasif dibandingkan dengan wanita yang tidak melakukan aktivitas fisik secara teratur, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Cancer Causes & Control.
Dr.Furth menyarankan kepada orang memulai program olahraga, agar sebaiknya memulainya pada intensitas rendah dan secara bertahap dinaikkan hingga tingkat sedang. Tujuannya adalah untuk melakukan latihan kardiovaskuler yang benar-benar meningkatkan denyut jantung dan mengeluarkan keringat.

7. Kanker Lambung
Orang yang melaporkan aktivitas fisik dalam taraf sedang memiliki resiko kanker lambung sebesar 50%, demikian menurut sebuah penelitian yang dimuat jurnal Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention.
Orang yang melakukan aktivitas fisik yang berat sepanjang hidupnya jugamemiliki penurunan resiko kanker perut, menurut sebuah penelitian yang dimuat European Journal of Cancer.
Peneliti dari Cancer Care di Ontario, Kanada menemukan 20-40% resiko kanker perut berkurang pada orang yang melakukan olahraga berat lebih dari 3 kali seminggu, dibandingkan dengan orang yang berolahraga kurang dari sekali dalam sebulan.

No comments:

Post a Comment