Pemain Argentina ini adalah tipe gelandang bertahan yang lugas dan bermain keras. Ia bertugas akan memotong terlebih dulu serangan lawan sebelum sampai di kotak 16 meter. Tugas ini sangat baik ia lakukan di Liverpool. Bahkan setelah ia hengkang ke Barcelona, tak ada lagi gelandang bertahan di Liverpool yang sebagus dia. Di Barca, ia ada diposisi bek tengah, pelapis Gerard Pique dan Carlos Puyol. Padatnya lini tengah Azulgrana menjadi salah satu alasan Mascherano menjadi bek. Namun keputusan Pep Guardiola itu juga ada sebebnya, Mascherano ternyata tangguh sebagai bek tengah.
2. Dion Dublin
Untuk anda yang gemar nonton Liga Inggris tahun 1990-an pasti mengenal sosok Dion Dublin sebagai penyerang oportunis yang cukup bagus. Ia pernah menjadi penyerang andalan klub Cambridge lalu Coventry City. Tahukah anda kalau awal karier Dublin bermain sebagai bek tengah? Dublin pernah mengawal lini pertahanan klub Norwich dari gempuran tim lawan.
3. Alan Smith
Alan Smith pernah menjadi penyerang muda berbakat saat membela Leeds United. Ia juga beberapa kali ditempatkan diposisi penyerang sayap. Namun Ketika Leeds United terlilit masalah keuangan, Smith pindah ke MU dan ditempatkan oleh Sir Alex Ferguson sebagai gelandang tengah. Ia cukup kuat sebagai gelandang.
4. Moussa Dembele
Gelandang jangkung ini sedang bersinar di Liga Inggris. Ia kuat dalam bertahan, tapi juga jago membangun .serangan dari tengah. Dembele yang baru saja pindah dari Fulham ke Tottenham Hotspur dahulunya adalah penyerang di AZ Alkmaar.
5. Lothar Matthaus
Lothar Matthaus ternyata dulunya adalah gelandang serang. Namun ia lebih dikenal jago sebagai seorang libero (posisi bek tengah di formasi 3-5-2) dan gelandang bertahan. Matthaus membantu Jerman juara Piala Dunia 1990 dan ia adalah salah satu pemain kundi Der Panzer saat itu.
6. Marouane Fellaini
Setelah datang di Everton, pemain kribo asal Belgia ini bermain sebagai gelandang bertahan. tapi manajer Everton David Moyes melihat potensi Fellaini sebagai gelandang serang dan penyerang. Fellaini kini lebih sering dipasang sebagai penyerang dan beberapa kali membuat gol melalui sundulan.
7. John Charles
Pemain asal Wales ini awalnya berposisi sebagai bek tengah. namun karena cedera, pelatihnya mencobanya sebagai penyerang dan sukses. ia membuat 150 gol untuk Leeds United dan 93 gol selama lima tahun berkostum Juventus.
8. Jorge Campos
Kiper eksentrik Meksiko ini terkenal di tahun 1990-an. Sebagai penjaga gawang postur tubuh Campos sebenarnya pendek, tak lebih dari 175cm. Awal kariernya sebagai pemain profesional, Campos berposisi sebagai penyerang. 14 gol ia buat ketika itu. tapi keriernya dan pencapaiannya sebagai kiper utama Meksiko tak terbantahkan, ia tercatat memiliki 130 kali penampilan untuk negaranya.
9. Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo dulu adalah pemain sayap yang cepat, punya banyak trik tapi tidak konsisten. Di MU ia berposisi sebagai penyerang lubang dan mencetak total 42 gol di musim 2008-2009. Setelah hijrah ke Real Madrid di musim panas 2009, Ronaldo sudah menyumbang 150 gol untuk Los Blancos.
10. Phil Neville
Phil Neville, adik dari Gary Neville, layak dinobatkan sebagai pemain serba bisa. Saat masih berkostum MU ia bisa bermain di posisi bek kanan, bek kiri, kadang-kadang di bek tengah, gelandang bertahan sampai gelandang sayap. Dan semuanya ia lakukan dengan baik. Setalah pindah dan menjadi kapten Everton, Phil Neville fasih bermain sebagai gelandang tengah.
Siapakah favorit Anda?
No comments:
Post a Comment