Caroline Wozniacki menuai tawa dan kritik karena menyumpal tubuhnya agar mirip Serena Williams. Aksinya di lapangan tenis itu disebut sebagai rasialisme.
Dalam sebuah pertandingan eksebisi kontra Maria Sharapova di Brazil akhir pekan lalu, Wozniacki menyumpal baju bagian atasnya dan roknya dengan handuk untuk menirukan sosok fisik Serena.
Aksi kekasih pegolf Rory McIlroy itu disambut tawa penonton, termasuk petenis putra Roger Federer yang tertangkap kamera menebarkan senyum khasnya.
Sementara Sharapova yang akan melakukan servis pun tak kuasa menahan senyum geli, walau ia harus menunda pukulannya karena Wozniacki masih repot mengurusi sumpalan handuk ditubuhnya.
Aksi Wozniacki yang kini berada diperingkat 10 dunia ini bukanlah yang pertama kalinya. Pada Desember 2011 lalu dalam aksinya di lapangan, ia juga disebutkan menyumpal tubuhnya seraya bergoyang dengan latar belakang lagu Rihanna.
"Aku sangat suka dengan penonton disini, mereka sangat hangat dan menyenangkan", ungkap Wozniacki yang dikutip Fox Sports usai pertandingan.
Namun tindakan yang dilakukan Wozniacki ini tak cuma mengundang tawa tapi juga kritik. Tindakannya disebut bernuansa rasialisme.
Namun tindakan yang dilakukan Wozniacki ini tak cuma mengundang tawa tapi juga kritik. Tindakannya disebut bernuansa rasialisme.
Jelas rasialisme. Mengejek dan membuat gurauan dari tubuh perempuan berkulit hitam sebagai olok-olok, demikian ditulis seorarang blogger di Tumblr.
Sebuah artikel dari www.feministing.com ikut mencibir tindakan Wozniacki tersebut. Apa yang dilakukan Wozniacki, seorang perempuan berkulit putih, dengan menyumpal tubuhnya untuk menirukan Serena, yang berkulit hitam, sebagai stereotip bahwa perempuan kulit hitam memiliki bokong besar. Itu adalah rasialis.
Salah satu cibiran lain, dengan nada lebih ringan, tertulis di situs berbagi video Youtube. "Mungkin jika ia menirukan permainan tenis Serena, ia akan lebih sering menang.
Sebuah artikel dari www.feministing.com ikut mencibir tindakan Wozniacki tersebut. Apa yang dilakukan Wozniacki, seorang perempuan berkulit putih, dengan menyumpal tubuhnya untuk menirukan Serena, yang berkulit hitam, sebagai stereotip bahwa perempuan kulit hitam memiliki bokong besar. Itu adalah rasialis.
Salah satu cibiran lain, dengan nada lebih ringan, tertulis di situs berbagi video Youtube. "Mungkin jika ia menirukan permainan tenis Serena, ia akan lebih sering menang.
No comments:
Post a Comment