Mika Hakkinen melakukan debut di F1 pada tahun 1991, dan baru bisa meraih kemenangan pertamanya 6 tahun kemudian. Jika akhirnya dia pensiun dengan dua gelar juara dunia itu karen dia selalu optimis dan pantang menyerah.
Begitulah kira-kira karier Mika Hakkinen selama 10 tahun yang ia kemukakan dalam kunjungannya ke Jakarta dalam rangka perannya sebagai Duta Responsible Drinking untuk Johnnie Walker.
Hakkinen memulai balap pertamanya di F1 bersama Lotus pada tahun 1991, dan semua itu tidaklah mulus. Dua tahun pertama ia cuma finish di urutan ke-16 dan ke-8.
Ia kemudian pindah ke McLaren tahun 1993 dimana statusnya adalah sebagai test driver, karena Silver Arrows saat itu diperkuat Ayrton Senna dan Michael Andretti. Lalu ia naik pangkat menggantikan Andretti yang dipecat ditahun yang sama, sampai kemudian benar-benar menjadi pembalap utama pada tahun 1994.
Pada tahun itu ia finish di urutan ke-4 lalu berturut-turut urutan ke 7,5 dan 6 hingga pada akhirnya pada tahun 1998 ia meraih sesuatu yang paling diinginkan setiap pembalap F1 yaitu gelar juara dunia yang dilanjutkan ditahun berikutnya.
Sebuah prestasi yang dibangun dengan kerja keras, sebab ia baru meraih kemenangan pertamanya di GP Eropa tahun 1997 atau setahun sebelum ia jadi juara dunia.
Menurut Hakkinen, ia memulai karir di usia 16 tahun pada balapan single starter. Butuh jalan yang panjang untuk mencapai kesuksesan (juara dunia dua kali). Namun yang terpenting adalah kepercayaan diri pada diri kita. Hakkinen butuh waktu 7 tahun untuk memenangi GP pertamanya. Sebelumnya ia selalu berkaca dan bertanya, apakah dia bisa menang?
Namun Hakkinen selalu yakin jika ia bis a melakukannya. Tentu saja harus ada dukungan dari orang-orang disekitar kita. Hakkinen mengakhiri kariernya di F1 pada tahun 2001.
No comments:
Post a Comment